Wednesday, December 11, 2013

AKTIVIS DARI SUDUT KAMPUS

Mabit Pengurus LDF Almudarris 2012
Allahu Akbar……
Allahu Akbar……
Lantunan kumandang adzan mengalun memasuki sudut-sudut ruangan kelas sebuah kampus peradaban tempat para penerus bangsa ini di tempah untuk menjadi Iron stock Bangsa ini. Tampak para mahasiswa tengah  disibukkan dengan berbagai aktivitas, ada yang sibuk memperhatikan penjelasan dosen, ada yang asik melahap tumpukan diktat kuliah, dan aktifitas aktifitas-aktifitas lainnya.

Dari koridor selatan kampus, tampak Seorang pemuda berjanggut tipis, tidak berkumis dengan celana panjang yang sengaja agak dilipat terlihat tergesa-gesa berjalan menuju gedung kecil di pojok kampus. Ketergesa-gesaan untuk segera bertemu Rabbnya. Di ruangan kecil di sudut kampus itu segala asa dan cita-cita di tanam dan dipupuk dengan harapan ia dapat tumbuh dan bersemi menghiasi gersangnya kampus ini.

Ya, Mereka yang telah  mengikrarkan dirinya sebagai AKTIFIS DAKWAH KAMPUS, datang dengan cita-cita mulia, bergerak menyebarkan risalah dakwah Rasulullah memiliki impian menjadikan kampus menjadi kampus yang madani dan sebagai pusat pergerakan islam.

Dari Gedung kecil di sudut kampus itu meraka lahir. Ruangan yang tak sebesar cita-cita mereka. Ruangan yang menjadi saksi munajat dan pengabdian mereka kepada Rabbnya. Garis-garis shaff yang melintang menjadikan mereka seperti barisan yang tersusun kokoh.

Dari mushalla kampus itu mereka terus menempa diri, mempersiapkan diri mereka menjadi insan yang dapat bermanfaat bagi bangsa dan agama ini.

Ku tulis dengan rasa syukur menjadi bagian dari mereka..
Wendi Ibnu Rauf


23/08/2012

Monday, December 2, 2013

Lelaki tua itu bernama AYAH

aku dan ayah
Kutulis catatan ini saat hati ini dirundung rindu akan sosok lelaki itu. Sembilan tahun sejak kepergiannya tak seorangpun yang dapat menggantikan sosok lelaki sholeh, pekerja keras dan sangat mencintai keluarganya. Kupanggil beliau dengan sebutan ayah, lelaki yang bekerja sebagai karyawan di sebuah pabrik pengolahan pupuk disebuah kota di pesisir Aceh.

Pak zul, begitulah orang-orang sering memanggilnya. ku akui ia adalah lelaki yang paling hebat di dunia, Sangat teringat dalam benakku ketika beliau mengendarai sepeda tuanya ketika Pulang dan pergi bekerja serta Mengantarkanku ke sekolah untuk menggapai cita-cita. Aku tau beliau sangat berharap anak-anaknya kelak menjadi orang yang sukses dan dapat membanggakan orang tua.

Tak pernah kulihat raut keluh kesah diwajahnya, yang terlihat adalah pancaran cahaya penyejuk suasana yang kemudian menentramkan hati setiap anggota keluarga. Ketaatannya dalam beribadah menjadikan keberkahan selalu datang dalam keluarga kami. Setiap tuturkata yang keluat dari bibirnya adalah seuntai nasehat yang berharga bagi kami.

Ya Ayah, andai waktu bisa ku ulang, tak akan kusiakan setiap detik untuk selalu bersama denganmu, menemanimu di setiap suasana, terkadang kurasakan kecemburuan yang luarbiasa ketika melihat orang-orang dapat bercengkrama dengan sosok Ayah, menceritakan segala resah dan berbagi kebahagiaan bersama ayah tercinta.

Ya Allah, kutitipkan sebait do’a Untuknya agar ia menjadi orang yang kelak akan bersamaku bertemu denganMU di Jannah Firdausi.

اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا.
“Allaahummaghfirlii waliwaalidayya war hamhumaa kama rabbayaanii shagiiraa”.


Mulai di Buat: 08/08/2012
Diselesaikan: 02/12/2013 (21:26)



Popular Posts

Beranda

Powered by Blogger.

 

© 2013 Seorang Hamba. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top