Saturday, June 30, 2012

Sebuah Cerita Tentang Dakwah di Kampus Para Pahlawan


Tahun 2009, dua tahun lalu semenjak aku pertama kali menginjakkan kaki ditempat ini. Suasananya mungkin sudah jauh berbeda. Masih banyak mahasiswa yang datang ke tempat itu. Dulu tempat itu serasa menjadi tempat yang paling nyaman untuk di kunjungi, walau bagian-bagian dinding-dindingnya terlihat mulai rapuh. 

Dua tahun lalu, ketika pertama kalinya aku merebahkan tubuh ini untuk sekedar melepas lelah setelah penat beberapa jam mendengar ocehan dosen matematika, hmmm….. sungguh mata kuliah yang paling aku benci dan berjanji tak akan aku ambil lagi walau huruf C yang tertera di KHS  untuk matkul itu.

                Siang itu kembali aku datang, berdiri  sembari membuka isi lemari berisi buku-buku yang ada didalamnya. Seraya menunggu tiba waktu adzan dhuhur, ku lihat seorang pemuda berkulit hitam bercelana kain yang digulung bagian bawahnya hingga mata kakinya terlihat, Dia membawa beberapa lembar kertas dan menempelnya disalah satu sudut kaca lemari itu. Ku beranikan diri untuk menegurnya “asslamu’alaikum”, dengan suara yang sedikit serak beliau menjawab, “Wa’alaykumussalam, mahasiswa baru ya”, “iya bang” jawabku. Setelah lama larut dalam obrolan aku baru tahu Beliau adalah salah satu pengurus Mushalla ini. Mushalla ini dinamakan Almudarris yang artinya Pendidik. Pada tahun 1995 Dimushalla ini lahir sebuah lembaga yang orang-orang menyebutnya LDK (lembaga dakwah kampus) tempat berkumpulnya aktifis-aktifis dakwah dari kampus FKIP. Mungkin semacam ROHIS, organisasi yang pernah ku geluti ketika masih dibangku SMA dahulu.

                Beberapa minggu aktifnya perkuliahan, banyak para aktifis LDK yang aku kenal. Abang-Abang pengurus LDK Almudarris yang rata-rata dari berbagai daerah di Aceh yang sangat ramah.. serasa mendapat keluarga baru ^^. Kegiatan-demi kegiatan aku ikuti, sungguh menarik. Di sana juga aku menemukan murabbi baru, setelah lebih dari 4 bulan tubuh ini jauh dari siraman materi-materi tarbiyah. Bertemu dengan teman-teman yang luar biasa berkumpul dalam satu lingkaran di Mushalla tercinta itu. Sesekali muncul canda dan tawa.

Betapa indahnya hidup dalam Ukhuwah. Kajian demi kajian, ifthar jama’I, halaqah, PPA,tempat diskusi, tempat melepas lelah setelah penat dengan materi kuliah. semua dilakukan di tempat itu. Menjadi rumah kedua bagi kami.

                Tak terasa sudah 2 tahun aku berada dalam barisan para pengurus mushalla ini, dan kini aku menjadi salah satu orang penting dalam barisan dakwah di kampus ini, tak sekedar pengurus mushala, tapi lebih dari itu yaitu para Orang-orang shalih pengubah peradaban kampus kami, FKIP Unsyiah yang kami banggakan.

                Di mushalla inilah berbagai tokoh dengan bermacam karakter terlahir. Mereka yang menjadi orang-orang yang duduk di tingkat eksekutif maupun legislatif Universitas. Mereka Memperjuangkan impian para Pendahulu dakwah kampus yang memperjuangkan dakwah kampus hingga sampai tingkat eksekutif kampus dengan harapan dapat mempermudah kerja dakwah.

                Mushalla ini lama kelamaan terasa sepi, hanya tinggal beberapa aktifis yang menghuni tempat itu. Tak tampak lagi saff yang terisi penuh oleh mahasiswa yang melaksanakan shalat jama’ah. Dan sudah jarang para mentor yang mengajak binaan UP3AI-nya melaksanakan mentoring di mushalla itu. Apa mungkin kondisi mushalla yang semakin jelek, Atau kebanyakan aktifis dakwah di kampus ini sudah mendapat “Tempat tongkrongan “ yang lebih nyaman di wajihah lain? Wallahu’alam.

                Mushalla Almudarris Lahir dikampus bersejarah. Dilahirkan oleh orang-orang yang berhati tulus yang menginginkan nilai-nilai islam tersemai di kampus ini. Mushalla bersejarah,masih tampak kokoh, disitulah tempat aku mulai mengenal fungsi sebuah mahasiswa yg tak hanya sekedar kuliah. Disanalah hati-hati ini pernah terpaut dalam indahnya ukhuwah. Disana tempat mimpi-mimpi indah bersemai menjadi kerja-kerja nyata para penyeru kebaikan. Kini dia hanyalah sebuah mushalla kampus yang terabaikan, menyendiri jauh dari pusat aktifitas mahasiswa kampus ini…….

Sektor selatan,  di penghujung Mei 2011
1KM dari mushalla itu
Ibnu Rauf

Untuk Sahabatku Yang Lupa

Sahabat….
Sudah dua tahun kita bersama
Sejak pertama kali aku melihatmu di sudut ruangan itu
Aku yakin dirimu adalah orang yang baik
Keyakinan ku mulai bertambah ketika ku melihatmu
Mengikuti pengajian di mushalla kecil di kampus kita
Sejak saat itu aku dan kamu mulai lebih dekat
Mengikrarkan diri kita sebagai AKTIVIS DAKWAH KAMPUS
Berjuang bersama meneruskan risalah para nabi
Bercita menciptakan kampus yang madani

Sahabatku…
Aku yakin setiap manusia punya salah dan khilaf
Begitu juga kau dan aku
Tapi kesalahan yang kita perbuat
Tidak bisa melebihi kekhilafan yang dilakukan orang awam
Karena kita adalah para da’I penyeru kebaikan
Yang menjadi contoh dan teladan bagi yang lain

Ya Allah..
Ampunilah kami
Atas segala salah dan khilaf kami.
Tak ada daya dan upaya diri ini
Tanpa ampunan dariMu.

Ibnu Rauf, 22|06|2011
"Sesungguhnya Allah mengampuni beberapa perilaku umatku,
yakni (karena) keliru, lupa dan terpaksa."
(Hadits Hasan diriwayatkan oleh Ibnu Majah).

Suara Hati Sang Ikhwah

sungguh betapa lelahnya berjalan di jalan ini
Begitu banyak cemoohan, fitnah, dan bermacam kedzaliman
Begitu sulit diri bertahan, hanya sedikit kekuatan.
Sering aku merasa berat untuk terus melangkah
Ada saja penghalang dan rintangan yang menghalangi jalan panjang ini.
Tak ada taman bunga atau hamparan indah pasir pantai memutih
yang ada hanya hamparan karang terjal dipenuhi Onak dan duri.


 Ah…..
Betapa sulitnya hidup bersama penyeru kebaikan
yang hari-harinya di penuhi dengan berbagai amanah
tak ada waktu untuk sedikit beristirahat
Terkadang sering terbersit di benak ini untuk berhenti dan mundur
Menghindar dari semua masalah,
mencoba menyerah dari sebuah cobaan

Tapi..
tak ada gunanya aku mengeluh..
Lagipula aku tidak sendiri disini….
Begitu banyak Ikhwah di sekitarku
Bukankah aku ini orang yang terpilih?
Terpilih bersama orang-orang penyeru kebaikan
Karena tak semua orang dapat bertahan dalam barisan ini
Barisan Orang-orang yang merindukan bertemu denganNYA

Ya Allah..
Begitu banyak kealpaan yang aku lakukan
Betapa aku tak pandai bersyukur
Sungguh, Begitu banyak nikmat-Mu yang aku dustakan
Betapa seringnya diri ini mengeluh
Mengeluh dengan alasan lelah, tak mampu,
Kekecewaan yang tak beralasan
Padahal Rasul-Mu dan orang-orang terdahulu
Mendapati cobaan yang lebih dari pada ini.

Ya Rabb..
yang jiwa ini dalam Genggaman-Nya Teguhkanlah Hati ini Kuatkanlah ikatan-ikatan ini Jadikan peluh dan lelah ini menjadi Sesuatu yang bisa kami persembahkan Ketika bertemu dengan-Mu Di Jannah Firdausi…. Amin Ya Allah.

Ibnu Rauf
Rumah peradaban 
30|6|2012, 11.10 Wib 
Ketika api peluh disirami sejuknya Ukhuwah

Popular Posts

Beranda

Powered by Blogger.

 

© 2013 Seorang Hamba. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top