Tahun 2009, dua tahun lalu semenjak aku pertama
kali menginjakkan kaki ditempat ini. Suasananya mungkin sudah jauh berbeda.
Masih banyak mahasiswa yang datang ke tempat itu. Dulu tempat itu serasa
menjadi tempat yang paling nyaman untuk di kunjungi, walau bagian-bagian
dinding-dindingnya terlihat mulai rapuh.
Dua tahun lalu, ketika pertama kalinya aku
merebahkan tubuh ini untuk sekedar melepas lelah setelah penat beberapa jam
mendengar ocehan dosen matematika, hmmm….. sungguh mata kuliah yang paling aku
benci dan berjanji tak akan aku ambil lagi walau huruf C yang tertera di KHS
untuk matkul itu.
Siang itu kembali aku datang, berdiri sembari membuka isi lemari berisi
buku-buku yang ada didalamnya. Seraya menunggu tiba waktu adzan dhuhur, ku
lihat seorang pemuda berkulit hitam bercelana kain yang digulung bagian
bawahnya hingga mata kakinya terlihat, Dia membawa beberapa lembar kertas dan
menempelnya disalah satu sudut kaca lemari itu. Ku beranikan diri untuk
menegurnya “asslamu’alaikum”, dengan suara yang sedikit serak beliau menjawab,
“Wa’alaykumussalam, mahasiswa baru ya”, “iya bang” jawabku. Setelah lama larut
dalam obrolan aku baru tahu Beliau adalah salah satu pengurus Mushalla ini.
Mushalla ini dinamakan Almudarris yang artinya Pendidik. Pada tahun 1995
Dimushalla ini lahir sebuah lembaga yang orang-orang menyebutnya LDK (lembaga
dakwah kampus) tempat berkumpulnya aktifis-aktifis dakwah dari kampus FKIP.
Mungkin semacam ROHIS, organisasi yang pernah ku geluti ketika masih dibangku
SMA dahulu.
Beberapa minggu aktifnya perkuliahan, banyak para aktifis LDK yang aku kenal.
Abang-Abang pengurus LDK Almudarris yang rata-rata dari berbagai daerah di Aceh
yang sangat ramah.. serasa mendapat keluarga baru ^^. Kegiatan-demi kegiatan
aku ikuti, sungguh menarik. Di sana juga aku menemukan murabbi baru, setelah lebih dari 4 bulan tubuh ini jauh dari
siraman materi-materi tarbiyah. Bertemu dengan teman-teman yang luar biasa
berkumpul dalam satu lingkaran di Mushalla tercinta itu. Sesekali muncul canda dan
tawa.
Betapa indahnya hidup dalam Ukhuwah. Kajian
demi kajian, ifthar jama’I, halaqah, PPA,tempat diskusi, tempat melepas lelah
setelah penat dengan materi kuliah. semua dilakukan di tempat itu. Menjadi
rumah kedua bagi kami.
Tak terasa sudah 2 tahun aku berada dalam barisan para pengurus mushalla ini,
dan kini aku menjadi salah satu orang penting dalam barisan dakwah di kampus
ini, tak sekedar pengurus mushala, tapi lebih dari itu yaitu para Orang-orang
shalih pengubah peradaban kampus kami, FKIP Unsyiah yang kami banggakan.
Di mushalla inilah berbagai tokoh dengan bermacam karakter terlahir. Mereka
yang menjadi orang-orang yang duduk di tingkat eksekutif maupun legislatif
Universitas. Mereka Memperjuangkan impian para Pendahulu dakwah kampus yang
memperjuangkan dakwah kampus hingga sampai tingkat eksekutif kampus dengan
harapan dapat mempermudah kerja dakwah.
Mushalla ini lama kelamaan terasa sepi, hanya tinggal beberapa aktifis yang
menghuni tempat itu. Tak tampak lagi saff yang terisi penuh oleh mahasiswa yang
melaksanakan shalat jama’ah. Dan sudah jarang para mentor yang mengajak binaan
UP3AI-nya melaksanakan mentoring di mushalla itu. Apa mungkin kondisi mushalla
yang semakin jelek, Atau kebanyakan aktifis dakwah di kampus ini sudah mendapat
“Tempat tongkrongan “ yang lebih nyaman di wajihah lain? Wallahu’alam.
Mushalla Almudarris Lahir dikampus bersejarah. Dilahirkan oleh orang-orang yang
berhati tulus yang menginginkan nilai-nilai islam tersemai di kampus ini.
Mushalla bersejarah,masih tampak kokoh, disitulah tempat aku mulai mengenal
fungsi sebuah mahasiswa yg tak hanya sekedar kuliah. Disanalah hati-hati ini
pernah terpaut dalam indahnya ukhuwah. Disana tempat mimpi-mimpi indah bersemai
menjadi kerja-kerja nyata para penyeru kebaikan. Kini dia hanyalah sebuah
mushalla kampus yang terabaikan, menyendiri jauh dari pusat aktifitas mahasiswa
kampus ini…….
Sektor selatan, di penghujung
Mei 2011
1KM dari mushalla itu
Ibnu Rauf


0 comments:
Post a Comment