![]() |
| aku dan ayah |
Kutulis catatan ini saat hati ini dirundung
rindu akan sosok lelaki itu. Sembilan tahun sejak kepergiannya tak seorangpun
yang dapat menggantikan sosok lelaki sholeh, pekerja keras dan sangat mencintai
keluarganya. Kupanggil beliau dengan sebutan ayah, lelaki yang bekerja sebagai
karyawan di sebuah pabrik pengolahan pupuk disebuah kota di pesisir Aceh.
Pak zul, begitulah orang-orang sering
memanggilnya. ku akui ia adalah lelaki yang paling hebat di dunia, Sangat teringat dalam benakku ketika beliau
mengendarai sepeda tuanya ketika Pulang dan pergi bekerja serta Mengantarkanku
ke sekolah untuk menggapai cita-cita. Aku tau beliau sangat berharap
anak-anaknya kelak menjadi orang yang sukses dan dapat membanggakan orang tua.
Tak pernah kulihat raut keluh kesah
diwajahnya, yang terlihat adalah pancaran cahaya penyejuk suasana yang kemudian
menentramkan hati setiap anggota keluarga. Ketaatannya dalam beribadah
menjadikan keberkahan selalu datang dalam keluarga kami. Setiap tuturkata yang
keluat dari bibirnya adalah seuntai nasehat yang berharga bagi kami.
Ya Ayah, andai waktu bisa ku ulang, tak
akan kusiakan setiap detik untuk selalu bersama denganmu, menemanimu di setiap
suasana, terkadang kurasakan kecemburuan yang luarbiasa ketika melihat
orang-orang dapat bercengkrama dengan sosok Ayah, menceritakan segala resah dan
berbagi kebahagiaan bersama ayah tercinta.
Ya Allah, kutitipkan sebait do’a Untuknya
agar ia menjadi orang yang kelak akan bersamaku bertemu denganMU di
Jannah Firdausi.
اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ
وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا.
“Allaahummaghfirlii
waliwaalidayya war hamhumaa kama rabbayaanii shagiiraa”.
Mulai di Buat: 08/08/2012
Diselesaikan: 02/12/2013 (21:26)



4 comments:
Teruslah kirim do'a sbg bukti kasih sayang kepada beliau..
terharu sekaligus senang baca tulisan'a..
:)
insyaAllah :)
terima kasih
Post a Comment